Semangat kemerdekaan membara di setiap sudut sekolah saat seluruh siswa, guru, staf, dan orang tua berkumpul untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia pada Selasa, 18 Agustus 2026. Acara diawali dengan kegiatan senam bersama di lapangan utama yang membakar energi seluruh peserta dengan irama musik yang penuh warna. Mengusung tema kebersamaan dan sportivitas, perayaan tahun ini dirancang untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini melalui berbagai perlombaan seru yang disesuaikan dengan tahap perkembangan para siswa.
Kegembiraan terpancar jelas dari tingkatan Preschool yang mencakup kelas Playgroup, Nursery, hingga Kindergarten A & B. Anak-anak usia dini ini diajak untuk melatih motorik kasar, koordinasi, serta kemandirian mereka melalui kompetisi yang aman dan menyenangkan. Adik-adik Playgroup dan Nursery tampil menggemaskan saat berpacu dalam lomba Rolling the Working-Mat dan Socks-On Race, sementara para siswa Kindergarten A & B melatih fokus dan kerja sama awal mereka lewat aksi Cup Pencil Relay.
Atmosfer kompetisi yang hangat dan dinamis juga mewarnai area Elementary School. Pembagian lomba berdasarkan fase pertumbuhan membuat setiap siswa SD dapat berkontribusi secara optimal. Siswa Fase A menunjukkan ketangkasan fisik dan koordinasi tangan-mata dalam lomba Ice Cream Cone Relay serta Arranging Ball. Di Fase B, kelincahan dan ketelitian menjadi kunci utama saat para siswa menuntaskan Frog Jump Relay dan keseruan Maze Drawing. Sementara itu, para senior di Fase C diuji kekompakan dan ketajaman berpikirnya melalui tantangan Trio One Step Relay serta permainan mengasah otak Scramble Word.
Tidak kalah seru, area Junior High School menjadi pusat gelak tawa dan semangat kompetitif yang tinggi. Para siswa SMP tertantang untuk mengombinasikan strategi tim, kecepatan, dan daya ingat melalui rangkaian perlombaan yang dirancang khusus untuk usia remaja. Mereka saling mendukung saat berpacu dalam Balloon Relay Race, menguji konsentrasi dan kejelian lewat Finger Game, hingga menyelesaikan tantangan ingatan yang penuh keseruan dalam Memory of Madness.
Keseruan acara semakin memuncak dengan adanya laga spesial yang diinisiasi oleh Parents Club Cahaya Bangsa School. Mengusung arena persahabatan antara Teacher vs Parents, sorak-sorai penonton pecah saat para guru dan orang tua beradu ketangkasan serta nostalgia. Gelak tawa mewarnai setiap sesi permainan tradisional dan modern, mulai dari strategi ketat dalam Gobak Sodor, kejelian dalam Memasukkan Pensil dalam Botol, kecepatan di arena Balap Karung, hingga riuhnya keseruan Shock Colours Games yang menguji refleks para peserta.
Perayaan HUT RI ke-81 ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan dan memenangkan hadiah, melainkan sebuah momentum berharga untuk mempererat kebersamaan dan membangun karakter pantang menyerah pada diri setiap siswa. Suksesnya acara ini—serta keharmonisan hubungan antara sekolah dan orang tua—menjadi bukti nyata kesolidan seluruh komunitas Cahaya Bangsa School dalam merayakan identitas bangsa. Sampai jumpa di kemeriahan peringatan kemerdekaan tahun depan, dan mari terus melangkah bersama menuju Indonesia yang lebih gemilang!
Halaman Cahaya Bangsa School hari ini penuh warna, tawa, dan teriakan semangat. Bukan hari biasa — ini adalah perayaan Hari Anak Nasional yang kami kemas spesial: kembali ke akar, lewat permainan tradisional!
Kalau biasanya anak-anak akrab dengan gawai, hari ini mereka justru rebutan main lompat karet, congklak, dan kelereng. Dan dari situlah pelajaran paling berharga tentang menjadi anak Indonesia muncul.
Bukan sekadar acara, Cahaya Bangsa School merayakannya dengan Festival Permainan Tradisional. Anak-anak Pre-School, Elementary School dan Junior High School bermain bersama tanpa batas jenjang. Daftar permainannya bikin nostalgia:
Bakiak & Engklek: Latihan keseimbangan dan kekompakan tim.
Lompat Karet & Ular Naga: Adu strategi dan kelincahan.
Congklak, Kelereng, & Bola Bekel: Melatih fokus dan kesabaran.
Gobak Sodor & Benteng-Bentengan: Belajar sportivitas dan strategi kelompok.
Karena bagi Cahaya Bangsa School, masa kanak-kanak adalah tentang bermain, tertawa, belajar, dan tumbuh bersama.
Di tengah derasnya dunia digital, Cahaya Bangsa School sengaja memilih permainan tradisional dengan tiga alasan kuat:
Belajar Kebersamaan: Tidak ada permainan tradisional yang bisa dimenangkan sendirian. Semua butuh kerjasama, komunikasi, dan saling percaya.
Bergerak Aktif & Sehat: Anak-anak diajak kembali bergerak, melompat, berlari — sehat fisiknya, bahagia hatinya.
Cinta Budaya Sendiri: Ini cara paling menyenangkan untuk mengenalkan bahwa Indonesia punya harta karun permainan yang jauh lebih seru dari sekadar menatap layar.
Momen ini menjadi pengingat bahwa menjadi anak cerdas juga harus menjadi anak yang tangguh, sportif, dan tahu cara menikmati kebersamaan.
Seluruh peserta didik dari Pre-School, Elementary School, dan Junior High School Cahaya Bangsa School turut berperan aktif didampingi para guru dan staf yang hari ini ganti kostum jadi wasit, penjaga pos, dan cheerleader paling heboh.
Perayaan ini digelar pada Kamis, 23 Juli 2026, bertepatan dengan Hari Anak Nasional, mulai pukul 07.30 – 09.15 WIB. Dipilih pagi hari agar anak-anak bisa bermain dengan energi penuh sebelum matahari terlalu terik.
Permainan berada di beberapa area Cahaya Bangsa School — School yard, court & green garden. Sekolah disulap menjadi arena festival dengan pos permainan tradisional.
Acara dimulai dengan Morning Meeting about National Children’s Day announcement & Morning Circle. Setelah itu, Festival Dimulai!
Setiap tim mendapat Passport Permainan Tradisional. Setiap selesai di satu pos, mereka dapat stempel.
Anak-anak bebas rotasi ke pos mana saja. Tidak ada yang kalah, semua dapat pengalaman.
Di akhir, ada sesi Reflection Circle. Anak-anak ditanya, “Apa yang kamu pelajari hari ini selain menang?” Jawabannya kompak: “Belajar sabar nunggu giliran, Miss!” dan “Belajar kalau jatuh, temannya bantu bangun lagi!”
“Melihat anak-anak tertawa lepas tanpa gadget, saling bantu saat bermain, itu esensi Hari Anak yang sesungguhnya,” ujar salah satu guru.
Hari ini di Cahaya Bangsa School membuktikan, kebahagiaan anak sesederhana ini: diberi ruang untuk bermain bersama, bergerak aktif, dan menciptakan kenangan indah bersama teman-teman.
Selamat Hari Anak Nasional! Teruslah bermain, teruslah bermimpi, teruslah tumbuh menjadi anak Indonesia yang membanggakan.
Cahaya Bangsa School tahun ini menyelenggarakan Students Orientation Week (SOW) sebagai program transisi terpadu bagi seluruh peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027. Program ini dirancang secara komprehensif untuk jenjang Pre-School, Elementary School, dan Junior High School dengan pendekatan yang sesuai tahap perkembangan, berlandaskan nilai-nilai inti sekolah: Faith in God, Critical Thinking, Collaboration, Creativity, Communication, Leadership, Independence & Emotional Wellbeing.
Latar Belakang dan Tujuan Program
Masa transisi memasuki lingkungan pendidikan baru merupakan fase krusial yang memengaruhi kesiapan akademik, sosial, dan emosional peserta didik. Students Orientation Week hadir untuk memastikan setiap murid baru dapat beradaptasi secara optimal melalui pengenalan lingkungan, budaya sekolah, serta pembinaan karakter sejak awal.
Program ini memiliki tiga tujuan utama:
Akademik: Mengenalkan metode pembelajaran, fasilitas penunjang, dan ekspektasi akademik sesuai jenjang.
Sosial-Emosional: Memfasilitasi pembentukan relasi positif antara peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan untuk mengurangi kecemasan.
Karakter: Menanamkan nilai dan budaya Cahaya Bangsa School melalui aktivitas yang bermakna.
Langkah-langkah kecil penuh tawa dan binar mata ceria mewarnai hari-hari pertama anak-anak usia dini dalam agenda Student Orientation Week divisi Preschool yang mengusung tema “Aku Berani, Aku Kenal Sekolahku”, berlangsung selama lima hari penuh di lingkungan sekolah. Dirancang khusus untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kemandirian, dan kenyamanan anak di lingkungan baru, rangkaian kegiatan ini diawali dengan hangat lewat penyambutan Welcoming Students yang ceria melalui singing and dance, serta perkenalan ramah dari Kepala Sekolah (Head Teacher) dan jajaran guru. Guna memantapkan pengenalan wilayah agar anak merasa aman, para siswa diajak mengeksplorasi rumah kedua mereka lewat agenda School Tour interaktif mengelilingi seluruh fasilitas kelas, area outdoor, library, hingga ruang kepala sekolah (Office), yang diimbangi dengan aktivitas fisik adaptif berupa Senam Bersama & Outdoor Activity. Tidak hanya itu, pembiasaan School Etiquette 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun) juga diinternalisasi secara menyenangkan melalui metode bermain peran (role-play) menggunakan empat kata ajaib (“Tolong”, “Maaf”, “Terima Kasih”, “Permisi”), serta penyajian Panggung Boneka edukatif bertajuk “Kiko Si Kelinci Mandiri”. Sebagai fondasi awal proses belajar, anak-anak dibekali dengan pengenalan aturan kelas sederhana berbasis simbol gambar (seperti budaya berjalan di dalam kelas dan bergantian bicara), pengenalan cara aman menggunakan fasilitas bermain perosotan dan ayunan, hingga orientasi dasar metode Montessori terkait tata cara penggunaan alas kerja serta perawatan aparatus. Rangkaian orientasi ini kemudian ditutup dengan penuh kebanggaan melalui sesi Art & Craft, di mana para siswa mengasah motorik halus mereka dengan membuat serta menghias Name Tag Karakter lucu dan Logo Sekolah menggunakan teknik finger painting serta kolase, menandai kesiapan mereka untuk bertualang dan belajar dengan bahagia, seru dan menyenangkan.
Peserta didik diajak mengenal guru-guru dan lingkungan sekolah melalui School Tour yang dikemas interaktif lingkungan sekolah melalui School Tour. Dengan didampingi guru-guru, murid baru akan mengunjungi fasilitas utama seperti Library, IT Room, Art Room,Prayer Room, School Clinic, dan Cafetaria. Untuk memastikan pengenalan berlangsung aktif, School Tour dilengkapi dengan beberapa permainan edukatif, seperti; “Guess the Teacher” Berdasarkan petunjuk ciri fisik, hobi, atau mata pelajaran yang diampu, peserta didik menebak nama guru Elementary School. Kegiatan ini mempercepat keakraban dengan tenaga pendidik. Kemudian, ada permainan “Guess the Shape and Room”, Di setiap pos, murid diberi potongan gambar denah. Mereka harus menebak nama ruangan berdasarkan bentuk dan fungsi, lalu memvalidasi langsung ke guru penanggung jawab. Program juga mencakup School Culture yang mencakup School Etiquette, Discipline, Sustainable Living, serta English Environment untuk mengenalkan berbagai budaya yang perlu diterapkan di sekolah dengan menyenangkan dan kontekstual. Sehingga murid mudah mengerti materi karena mereka melihat contoh aslinya. Rangkaian dilengkapi dengan Native Speaker Session, di mana peserta didik bertemu penutur asli Bahasa Inggris sebagai pengembangan komunikasi Bahasa Inggris dan memahami budaya.
Menyambut tahun ajaran baru, SMP Cahaya Bangsa resmi menggelar agenda Students Orientation Week (SOW) bagi seluruh siswa baru Kelas 7 San Juan yang berlangsung selama lima hari penuh, mulai Senin (6/7) hingga Jumat (10/7) di lingkungan sekolah. Mengusung misi menginternalisasi Core Values sekolah, rangkaian kegiatan ini dirancang secara komprehensif mulai dari penyambutan budaya 5S, Welcoming Game dan School Tour bersama perwakilan OSIS, orientasi Wawasan Wiyata Mandala oleh kepala sekolah, hingga Wellbeing Zone bersama konselor sekolah untuk melatih regulasi emosi remaja. Tidak hanya itu, para siswa juga dibekali dengan wawasan global dan penguatan karakter melalui English and Bahasa Indonesia Camp bersama tim LDC (Language Development Centre), sesi interaktif English with Native, Math Camp, serta Talk Show: GLOW bersama Psikolog Pendidikan guna memetakan potensi diri siswa. Menggandeng tenaga medis profesional, agenda ini juga memberikan edukasi penting terkait kesehatan reproduksi (Navigating Puberty) dan pemahaman etika digital (Digital Citizenship), yang kemudian ditutup secara meriah pada hari terakhir melalui aksi nyata Sustainable Living berupa penanaman pohon serta eksperimen sains berbasis STEAM dalam Science Camp (Hydraulic System) yang dipaneu langsung oleh seluruh jajaran guru SMP Cahaya Bangsa.
Keunggulan Program Students Orientation Week CBS
Sistem Pendampingan Berkelanjutan: antara murid baru, guru dan kakak kelas memastikan dukungan adaptasi yang konsisten.
Keterlibatan Orang Tua: orang tua murid baru guna menyelaraskan pemahaman mengenai visi pendidikan dan pola komunikasi sekolah-rumah.
Pendekatan Holistik: Seluruh aktivitas mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta didampingi oleh tim guru, tenaga kependidikan, dan Student Council.
Berpusat pada Peserta Didik: Setiap kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman pertama yang positif, aman, dan memotivasi, tanpa unsur perpeloncoan.
Cahaya Bangsa School meyakini bahwa minggu pertama merupakan momentum penting untuk menumbuhkan rasa memiliki dan semangat belajar. Melalui Students Orientation Week, kami berkomitmen mendampingi setiap peserta didik baru untuk memulai perjalanan pendidikan mereka dengan percaya diri, berkarakter, dan siap menjadi pembelajar sepanjang hayat.
METRO — Menyambut datangnya Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Cahaya Bangsa School sukses menyelenggarakan kegiatan tahunan bertajuk “Meet the Faculty” pada Sabtu (11/07/2026). Mengusung konsep keterbukaan, kolaborasi, dan penguatan peran orang tua, rangkaian acara yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Yayasan, Direksi, Kepala Sekolah, Dewan Guru, serta ratusan orang tua murid dari jenjang Nursery, TK (Primary School), SD (Elementary School), hingga SMP (Junior High School).
Sebelum menuju area utama, para orang tua diajak mengelilingi Expo Gelar Karya yang menampilkan ragam hasil karya pameran kreatif serta inovatif dari siswa-siswi TK, SD, dan SMP. Suasana semakin berkesan dengan alunan lembut musik klasik berpadu sentuhan khas budaya Lampung. Acara resmi dibuka melalui sambutan hangat dari perwakilan Yayasan Cahaya Bangsa, Ibu Ir. Jenny Soelistiani, M.M., IPU ASEAN Eng.
Memasuki sesi Educational Insight Forum yang dipandu oleh Mr. Dwiyanto sebagai moderator, pihak manajemen sekolah memaparkan secara komprehensif visi, kurikulum, serta program unggulan sekolah untuk Tahun Ajaran 2026/2027.
Board of Directors (BoD) Session: Dipaparkan oleh Ms. Irma Yulianti mengenai arah strategis dan komitmen pengembangan kualitas pendidikan sekolah.
Principal Session: Pemaparan program dari masing-masing Principal (Preschool, Elementary School, dan Junior High School).
Sesi pertama ini kemudian ditutup dengan diskusi interaktif (Q&A) yang hangat antara orang tua dan para kepala sekolah.
Seminar Parenting: “Happy Parenting”
Setelah jeda istirahat dan ISHOMA, rangkaian acara sesi siang dibuka dengan penampilan Solo Song dari Gendis, siswi Grade 6 Moscow.
Agenda dilanjutkan dengan Parenting Seminar bertajuk “Happy Parenting” yang dibawakan oleh Bapak Nasarius Sudaryono, S.Pd.,M.Pd. atau yang kerap disapa Pakde Nasar dalam format talkshow santai dan hangat bersama Ms. Egi sebagai pembawa acara.
Pakde Nasar mengulas bagaimana fase transisi sekolah (masuk Nursery, TK, SD, SMP, maupun pindah sekolah) sering kali menjadi sumber kecemasan bagi anak dan orang tua. Beliau mengajak para orang tua untuk menggeser paradigma dari “Perfect Parenting” (menuntut kesempurnaan) menjadi “Happy Parenting” (mengutamakan kesejahteraan emosional).
“Orang tua yang bahagia akan melahirkan anak yang bahagia dan siap belajar secara optimal tanpa tekanan psikologis,” ungkap Pakde Nasar di hadapan para peserta seminar.
Sinergi untuk Masa Depan Anak
Rangkaian acara diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif serta pengisian form refleksi kegiatan secara digital. Seluruh panitia dan jajaran manajemen sekolah turut berjajar memberikan salam hangat saat mengantar para orang tua keluar dari area acara.
Melalui agenda Meet the Faculty 2026/2027, sekolah berharap sinergi yang kokoh antara orang tua, guru, dan sekolah dapat terus terjalin harmonis demi mendampingi putra-putri menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan bahagia.