Celebrating National Children’s Day at Cahaya Bangsa School! Merayakan Bahagia, Tradisi, dan Persahabatan
Halaman Cahaya Bangsa School hari ini penuh warna, tawa, dan teriakan semangat. Bukan hari biasa — ini adalah perayaan Hari Anak Nasional yang kami kemas spesial: kembali ke akar, lewat permainan tradisional!
Kalau biasanya anak-anak akrab dengan gawai, hari ini mereka justru rebutan main lompat karet, congklak, dan kelereng. Dan dari situlah pelajaran paling berharga tentang menjadi anak Indonesia muncul.

Bukan sekadar acara, Cahaya Bangsa School merayakannya dengan Festival Permainan Tradisional. Anak-anak Pre-School, Elementary School dan Junior High School bermain bersama tanpa batas jenjang. Daftar permainannya bikin nostalgia:
- Bakiak & Engklek: Latihan keseimbangan dan kekompakan tim.
- Lompat Karet & Ular Naga: Adu strategi dan kelincahan.
- Congklak, Kelereng, & Bola Bekel: Melatih fokus dan kesabaran.
- Gobak Sodor & Benteng-Bentengan: Belajar sportivitas dan strategi kelompok.
Karena bagi Cahaya Bangsa School, masa kanak-kanak adalah tentang bermain, tertawa, belajar, dan tumbuh bersama.

Di tengah derasnya dunia digital, Cahaya Bangsa School sengaja memilih permainan tradisional dengan tiga alasan kuat:
- Belajar Kebersamaan: Tidak ada permainan tradisional yang bisa dimenangkan sendirian. Semua butuh kerjasama, komunikasi, dan saling percaya.
- Bergerak Aktif & Sehat: Anak-anak diajak kembali bergerak, melompat, berlari — sehat fisiknya, bahagia hatinya.
- Cinta Budaya Sendiri: Ini cara paling menyenangkan untuk mengenalkan bahwa Indonesia punya harta karun permainan yang jauh lebih seru dari sekadar menatap layar.
Momen ini menjadi pengingat bahwa menjadi anak cerdas juga harus menjadi anak yang tangguh, sportif, dan tahu cara menikmati kebersamaan.
Seluruh peserta didik dari Pre-School, Elementary School, dan Junior High School Cahaya Bangsa School turut berperan aktif didampingi para guru dan staf yang hari ini ganti kostum jadi wasit, penjaga pos, dan cheerleader paling heboh.
Perayaan ini digelar pada Kamis, 23 Juli 2026, bertepatan dengan Hari Anak Nasional, mulai pukul 07.30 – 09.15 WIB. Dipilih pagi hari agar anak-anak bisa bermain dengan energi penuh sebelum matahari terlalu terik.
Permainan berada di beberapa area Cahaya Bangsa School — School yard, court & green garden. Sekolah disulap menjadi arena festival dengan pos permainan tradisional.
Acara dimulai dengan Morning Meeting about National Children’s Day announcement & Morning Circle. Setelah itu, Festival Dimulai!
- Setiap tim mendapat Passport Permainan Tradisional. Setiap selesai di satu pos, mereka dapat stempel.
- Anak-anak bebas rotasi ke pos mana saja. Tidak ada yang kalah, semua dapat pengalaman.
- Di akhir, ada sesi Reflection Circle. Anak-anak ditanya, “Apa yang kamu pelajari hari ini selain menang?” Jawabannya kompak: “Belajar sabar nunggu giliran, Miss!” dan “Belajar kalau jatuh, temannya bantu bangun lagi!”

“Melihat anak-anak tertawa lepas tanpa gadget, saling bantu saat bermain, itu esensi Hari Anak yang sesungguhnya,” ujar salah satu guru.
Hari ini di Cahaya Bangsa School membuktikan, kebahagiaan anak sesederhana ini: diberi ruang untuk bermain bersama, bergerak aktif, dan menciptakan kenangan indah bersama teman-teman.
Selamat Hari Anak Nasional! Teruslah bermain, teruslah bermimpi, teruslah tumbuh menjadi anak Indonesia yang membanggakan.
